Jumat, 07 Oktober 2016

Troubleshooting Lapisan Fisik Jaringan WAN


  1. WAN (WIDE AREA NETWORK)
1.   Pengertian WAN (WIDE AREA NETWORK)
WAN adalah singkatan dari Wide Area Network adalah suatu jaringan yang digunakan sebagai jaringan yang menghubungkan antar jaringan lokal. Jaringan komputer lokal secara fisik tidak hanya yang berdekatan satu sama lain, namun menggunakan satu grup alamat IP yang sama. Jaringan lokal bisa satu ruangan, satu kantor atau bahkan satu kota. Sedangkan WAN sendiri adalah jaringan yang menghubungankan antar jaringan lokal ini dalam satu kota, provinsi atau bahkan antar negara.

Perbedaan antara jaringan WAN dan LAN ada pada jenis media yang digunakan. Umumnya jaringan lokal atau LAN menggunakan media jaringan yang sejenis. Sedangkan WAN terhubung dengan perangkat dengan media transmisi dan protocol yang berbeda-beda. Area cakupan WAN juga sangat luas, namun menyatukan jaringan tersebut seolah-olah seperti berada dalam satu ruangan.

Jaringan WAN memiliki kecepatan transfer data yang lebih rendah daripada jaringan local atau LAN. Teknologi jaringan WAN bergantung pada perusahaan yang menyediakan jasa layanan telekomunikasi jarak jauh. Jaringan WAN menggunakan banyak macam teknologi jaringan dengan perpaduan sinyal analog dan digital untuk transmisi data. Tentu saja ini berbeda dengan jaringan lokal atau LAN yang mana menggunakan koneksi antar computer yang terkoneksi secara fisik satu sama lainnya dengan protokol dan media transmisi yang sama.




                 


Gambar jaringan WAN

2.   Perangkat WAN (WIDE AREA NETWORK)
a)    Router

Router  adalah  sebuah  alat  jaringan  komputer  yang mengirimkan  paket  data  melalui sebuah jaringan atauInternet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stackprotokol tujuh-lapis OSI.
Router berfungsi sebagai penghubun antar dua atau lebihjaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan kejaringan lainnya.









Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:

1.   static router (router statis): adalah sebuah router yangmemiliki tabel routing statis yang diset secara manual olehpara administrator jaringan.
2.   dynamic router (router dinamis): adalah sebuah routeryang memiliki

dab membuat tabel

routing  dinamis,  denga mendengarkan  lalu  lintas jaringan  dan  juga  dengan  saling berhubungan denganrouter lainnya.













 



 

 
Gambarrouter
b)   Modem

Modem  berasal  dari  singkatan  MOdulato DEModulator. Modulator  merupakan  bagian yang mengubah sinyalinformasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untukdikirimkan, sedangkan  Demodulator  adalah bagian yangmemisahkan  sinyal informasi  (yang berisi data atau  pesan) dari  sinyal  pembawa  (carrier)  yang  diterima  sehingga informasi  tersebut  dapat diterima dengan baik. Modemmerupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modemadalah alat komunikasi dua arah



c).   CSU / DSU (Channel Service Unit / Data Service Unit)

Sebuah CSU / DSU (Channel Service Unit / Data ServiceUnit) adalah antarmuka digital- alat yang digunakan  untuk  menghubungkan  Data Terminal  Equipment  perangkat atau DTE, seperti router, untuk rangkaian digital.
Sebuah CSU / DSU beroperasi pada lapisan fisik (lapisan 1)dari model OSI. CSU / DSUs juga dibuat sebagai  produk fisik terpisah;  CSU dan DSU. atau kedua fungsi  tersebut dapat dimasukkan sebagai bagian dari antarmuka yangdimasukkan ke dalam DTE.



d). Communication Server

Communication  Server berfungsi  untuk  mendemonstrasikan  pengguna  dial-in  dan atau remoteakses ke LAN

         
  1. LAPISAN FISIK (physical layer) PADA JARINGAN WAN
(WIDE AREA NETWORK)
1.   Pengertian Lapisan Fisik (physical layer)

Model layer OSI

Lapisan fisik (Physical Layer) merupakan lapisan dasar dari semua jaringan dalam model referensi OSI dimana lapisan ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal data analog maupun digital. Selain itu, lapisan fisik dapat digunakan untuk menentukan karakteristik dari kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan sehingga sarana sistem pengiriman data ke perangkat lain yang terhubung dalam suatu jaringan komputer. Pada lapisan ini yang akan menjelaskan mengenai jarak terjauh yang mungkin digunakan oleh media fisik serta mengatur bagaimana cara melakukan collision control. Physical Layer juga memiliki tujuan utama, seperti:

a.    Menspesifikasikan standar untuk berinteraksi dengan media jaringan.
b.   Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan.
c.    Menetukan karakteristik kabel untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
d.   Mentransfer dan menentukan bagaimana bit data dikodekan.
e.    Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan.  
f.     Sinkronisasi transmisi sinyal.
g.    Menangani interkoneksi fisik (kabel), mekanikal, elektrikal dan procedural.
h.   Mendeteksi error selama transmisi.
Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data diatas media jaringan seperti kabel, radio dan cahaya. Selain itu, lapisan ini dapat mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi sinkronisasi antar bit, pengaktifan dan pemutusan koneksi serta beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi seperti kabel UTP / STP, kabel koaksial atau kabel fiber optic. Protocol pada PHY Layer mencakup IEEE 802.3; RS-232C; X.21; repeater; transceiver; kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) dan pengabelan untuk beroperasi.


2.   Manfaat Lapisan Fisik (Phisical Layer)

Media paling sering digunakan untuk adalah kabel yang menggunakan kawat tembaga untuk sinyal data dan bit kontrol antar perangkat jaringan. Kabel yang digunakan untuk komunikasi data yang biasanya terdiri dari serangkaian kabel tembaga individu yang membentuk sirkuit sinyal didedikasikan untuk tujuan tertentu. Jenis lain dari kabel tembaga, yang dikenal sebagai kabel koaksial, memiliki konduktor tunggal yang berjalan melalui pusat kabel yang terbungkus oleh, namun terisolasi dari, pelindung lainnya.
Tembaga jenis media yang dipilih adalah ditentukan oleh standar lapisan Fisik yang dibutuhkan untuk menghubungkan lapisan Data Link perangkat dua atau lebih jaringan. Kabel ini dapat digunakan untuk menghubungkan node di LAN untuk perangkat perantara, seperti router dan switch. Kabel juga digunakan untuk menghubungkan perangkat WAN ke penyedia layanan data seperti perusahaan telepon. Setiap jenis koneksi dan perangkat kabel terlampir persyaratan yang ditetapkan oleh standar lapisan fisik.
Jaringan media umumnya menggunakan jack modular dan colokan, yang menyediakan koneksi mudah dan pemutusan. Juga, satu jenis konektor fisik dapat digunakan untuk beberapa jenis koneksi. Sebagai contoh, konektor RJ-45 digunakan secara luas dalam LAN dengan satu jenis media dan di beberapa WAN dengan jenis media lain. Berikut adalah contoh hardware :

         Contoh Kabel


  1. TROUBLESHOOTING LAPISAN FISIK (physical layer) PADA JARINGAN WAN (WIDE AREA NETWORK)
1.        Identifikasi masalah dan lapisan fisik
Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data diatas media jaringan seperti kabel, radio dan cahaya. Selain itu, lapisan ini dapat mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi sinkronisasi antar bit, pengaktifan dan pemutusan koneksi serta beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi seperti kabel UTP / STP, kabel koaksial atau kabel fiber optic. Protocol pada PHY Layer mencakup IEEE 802.3; RS-232C; X.21; repeater; transceiver; kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) dan pengabelan untuk beroperasi.










2.         Standart pengkabelan EIA 506

Standar pengkabelan UTP diatur oleh Electronics Industry Alliance/Telecommunication Industry Association (EIA/TIA).
Jika kita lihat, maka urutan warna T568A dari kiri ke kanan adalah:
putih-hijau, hijau, putih-oranye, biru, putih-biru, oranye, putih-coklat, coklat.
sedangkan untuk jenis T568B urutannya adalah:
putih-oranye, oranye, putih-hijau,  biru, putih-biru, hijau, putih-coklat, coklat. Dua urutan warna diatas adalah urutan warna yang telah menjadi standar internasional dalam Cabling jaringan. selanjutnya, berdasarkan perbedaan urutan warna kedua Pin dari suatu kabel masih dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu straigh-through dan cross-over:

a). Straigh-Through
 
Istilah Straigh-Through digunakan untuk kabel LAN yang memiliki urutan warna yang sama pada kedua ujung Pin. misalnya ujung Pin yang satu memiliki urutan warna jenis T568A (putih-hijau, hijau, putih-oranye, biru, putih-biru, oranye, putih-coklat, coklat), maka ujung Pin yang lainnya juga harus memiliki urutan warna berdasarkan standar T568A. jika yang digunakan oleh salah satu Pin adalah standar T568B, maka ujung Pin lainnya juga harus memiliki urutan warna berdasarkan standar T568B. anda dapat membuat kabel jenis straigh-through tanpa menggunakan aturan warna T568A maupun T568B asalkan dikedua ujung Pin memiliki urutan warna yang sama.
Kabel jenis Straigh-through digunakan untuk menghubungkan dua buah device yang tidak sejenis (mis: komputer-Switch/Hub, Komputer-Router, Router-Switch, dlsb)

b). Cross over

     Berbeda dengan kabel jenis straigh-trough, kabel jenis Crossover memiliki urutan warna yang berbeda dikedua ujungnya. namun, perbedaan warna ini tidak boleh sembarangan, karena kedua ujung ini juga memiliki aturan urutan warna.
Pada kabel jenis Crossover standar, jika salah satu ujung Pin memiliki susunan warna berdasarkan aturan T568A, maka ujung Pin yang lain harus memiliki urutan warna berdasarkan standar T568B.
jika anda membuat urutan sendiri pada sebuah kabel LAN, maka urutan warna pada Pin Crossover-nya adalah : urutan warna ke-1 Pin pertama menjadi urutan ke-3 pada Pin kedua, urutan ke-2 pada Pin pertama menjadi urutan warna ke-6 pada Pin kedua.
Kabel jenis Crossover digunakan pada saat kita menghubungkan 2 buah device yang sejenis (mis:komputer-komputer, komputer-Router, Switch-Hub, Router-router, Switch).
untuk lebih jelasnya anda dapat memperhatikan contoh gambar dibawah ini

      c).       Pengujian kabel pada jaringan.

Setelah kedua ujung kabel UTP dihubungkan dengan LAN Tester,diperoleh data sebagai berikut :
Led 1 : menyala
Led 2 : menyala
Led 3 : menyala
Led 4 : menyala
Led 5 : menyala
Led 6 : menyala
Led 7 : menyala
Led 8 : menyala

     jika lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah kita tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum.
3.        Masalah Yang Bisa Terjadi
Ø  Router Tidak Berfungsi
Ø  Kesalahan Konfigurasi Router
Ø  PC spesipikasi minimum
Ø  Kabel Rusak
Ø  HUB/Switch tidak berfungsi, dll.

Kamis, 06 Oktober 2016

Kesimpulan

  Jadi kd 1-7 dalam Troubleshooting Jaringan adalah tentang materi dibawah ini.

1. Troubleshooting Lapisan Fisik Jaringan LAN
2. Troubleshooting Lapisan Datalink Jaringan LAN
3. Troubleshooting Lapisan Network Jaringan LAN
4. Troubleshooting Lapisan Transportasi Jaringan LAN
5. Troubleshooting Lapisan Sesi Jaringan LAN
6. Troubleshooting Lapisan Presentasi Jaringan LAN
7. Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan LAN

   Untuk Kd 1, kita harus mencari masalah yang dihadapi lapisan fisik jaringan LAN. Yang dimaksud disini adalah yang terlihat langsung oleh mata kita masalah apa yang ada dihadapan kita. Contoh kita ambil adalah permasalahan pada kabel lan ataupun alat-alat yang diperlukan untuk jaringan LAN. Dan akibat yang timbul dari masalah ini adalah seperti ipconflic, file tidak dikirim dan sebagainya. Dan cara membenarkan masalah ini adalah cukup mudah kita hanya harus membetulkan permasalahan yang bisa kita lihat.
   Untuk Kd 2, kita harus mencari masalah yang dihadapi lapisan datalink jaringan LAN. Yang dimaksud disini adalah kesalahan kesalahan dalam datalink jaringan LAN. Contoh seperti interface layanan-layanan untuk network layer seperti Bridge dan sebagainya. Jadi kita harus membetulkan Layanan-layanan yang diperlukan dalam lapisan datalink jaringan LAN.
   Untuk Kd 3, kita harus mencari masalah yang dihadapi lapisan network jaringan LAN. Hal ini lebih mengacu pada Router. Di kd ini juga kita harus mengetahui protokol-protokol yang ada di lapisan jaringan. Dan ada protokol yang harus kita telaah lebih lanjut yaitu ICMP (Internet Control Massage Protocol). Protokol ini bertugas untuk mengirim pesan kesalahan jaringan.
   Untuk Kd 4, kita harus mencari masalah yang dihadapi lapisan transport jaringan LAN. Hal ini menyangkut UDP, TCP, Header TCP, dan NCP. Ini semua adalah protokol-protokol yang berkaitan erat dengan lapisan transportasi. Masalah masalah yang dihadapi biasanya menyangkut pada ketiga protocol ini. Dan semua ini berhubungan dengan transportasi dalam jaringan.
   Untuk Kd 5, kita harus mencari masalah yang dihadapi lapisan session jaringan LAN. Hal ini berkaitan dengan DNS, NetBIOS,NetBios LLC. ketiga hal ini adalah termasuk dalam sesi jaringan LAN. Kita harus mencari tahu hubungan ketiga hal itu dengan Lapisan Session dalam jaringan.
   Untuk Kd 6, kita harus mencari masalah yang dihadapi lapisan presentasi jaringan LAN. Lapisan ini bertugas menterjemahkan, menampilkan, menentukan format extension suatu file. Jadi segala masalah yang berkaitan dengan hal itu adalah troubleshooting lapisan presentasi. Kita juga harus mencari apa itu ASN. 1 dan X Windows.
   Untuk Kd 7, Kita harus mencari masalah yang diahadapi lapisan aplikasi jaringan LAN. Layer ini menyediakan interface antar aplikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi di dalam jaringan. Masalah umum di aplikasi layer untuk protokol menentukan pesan apa yang diperlukan antar host sumber dan tujuan, teknisi juga harus memeriksa konfigurasi aplikasi. Kd ini juga berhubungan dengan TCP/IP, DHCP, FTP, SUN, HTTP.

Troubleshooting Lapisan Aplikasi Jaringan LAN


1.1. Definisi dan Fungsi
Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP,telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application. Fungsi application layer antara lain: Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur  bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesankesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS. (FUN, 2016).
            Fungsi :
·         Sebagai alat pengumpul informasi dan data yang dikrimkan melalui jaringan
·         Lapisan atau layer yang berfungsi sebagai pengumpul keseluruhan informasi dan data yang diterima dan yang akan dikirim melalui sebuah jaringan. Ketika user akan menerima data (receiver / recipient) maka application layer akan mengumpulkan seluruh data yang telah sampai untuk kemudian dimunculkan di dalam aplikasi tertentu.
·         Sebagai user interface.
1.2. TCP/IP

Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transport (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793. (wikipedia).
1.3. DHCP (Dynamic Configuration Protocol)

Adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. (hadi, 2008).
1.4. FTP (File Transfer Protokol)

FTP (File Transfer Protocol) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. Terdiri dari FTP Server dan FTP Client.(Suhartono, 2014). Fungsi FTP adalah Melakukan transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet.


1.5. Telnet
Telnet atau Telecommunications Network Protocol adalah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan kontrol jarak jauh pada sistem komputer. (komputer, 2015).
1.6. NFS (Network File System)
NFS adalah singkatan dari Network File System. NFS adalah klien atau program server yang berjalan pada komputer yang memungkinkan pengguna untuk mengakses file di jaringan dan memperlakukan mereka seolah-olah mereka berada di direktori file lokal.NFS adalah singkatan dari Network File System. NFS adalah klien atau program server yang berjalan pada komputer yang memungkinkan pengguna untuk mengakses file di jaringan dan memperlakukan mereka seolah-olah mereka berada di direktori file lokal. (translate.com, 2015).
1.7. http dan https
Hypertext Transfer Protokol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan yang disebut dengan dokumen hiperteks yang kemudian membentuk World Wide Web. (Astriani, 2013).
Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) memiliki pengertian yang sama dengan HTTP hanya saja HTTPS memiliki kelebihan fungsi di bidang keamanan (secure).

Sumber : http://dickysosd.blogspot.co.id/2016/09/troubleshooting-lapisan-aplikasi-lan.html

Know us

Our Team

Video of the Day

Contact us

Nama

Email *

Pesan *